JAKARTA Kinerja fiskal nasional yang menunjukkan tren positif hingga pertengahan tahun 2026 menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Peningkatan penerimaan negara, penguatan sinergi fiskal dan moneter, serta tumbuhnya program ekonomi sirkular berbasis masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa realisasi penerimaan pajak hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai mencerminkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi nasional yang semakin solid.
Kinerja penerimaan pajak ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami perbaikan. Hal ini berbeda dengan berbagai kritik yang selama ini disampaikan sejumlah pihak, ujar Purbaya.
Di sisi lain, upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional juga diperkuat melalui koordinasi yang semakin erat antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Sinergi tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.
Penguatan koordinasi fiskal dan moneter terus kita lakukan. Fiskal dan moneter harus seirama, saling mendukung dan saling memperkuat untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, kata Perry.
Menurutnya, langkah yang ditempuh meliputi peningkatan daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendorong masuknya kembali aliran modal asing, serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap penguatan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.
Kita akan mendukung bank sentral dan memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron sehingga dampak kebijakan moneter dan fiskal menjadi lebih signifikan terhadap perekonomian, tegasnya.
Tidak hanya pada sektor makroekonomi, penguatan ekonomi rakyat juga terlihat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular. PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengelolaan sampah dan limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat, ujarnya.
Kombinasi antara kinerja fiskal yang kuat, koordinasi kebijakan ekonomi yang solid, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan fondasi tersebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus memperkuat daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
(*/rls)