Jakarta Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen sebagai langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Akselerasi pembangunan ini menegaskan keberpihakan pemerintah pada kelompok rentan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung prestasi.
Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) saat ini mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 yang dilaksanakan di lima lokasi, yakni Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, Jombang, serta Kota Surabaya.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM. Menurutnya, penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, ujar Menteri PU.
Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 didanai melalui APBN Tahun Anggaran 20252026 dengan nilai sekitar Rp1,165 triliun termasuk PPN dan dilaksanakan oleh WaskitaCAG KSO. Kawasan pendidikan ini dirancang terpadubukan hanya ruang belajar, tetapi juga hunian dan fasilitas pendukung yang lengkap.
Sarana yang dibangun mencakup gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra-putri, asrama guru, gedung serbaguna, masjid dan gedung ibadah, lapangan olahraga dan upacara, kantin, ruang terbuka hijau, hingga sistem pengolahan air limbah (IPAL).
Kontrak pekerjaan telah ditandatangani pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung akhir Juni 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar diharapkan mulai berjalan pada tahun ajaran 20262027.
Dukungan lintas kementerian juga terlihat dari kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) rintisan 78 Sragen, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), sekaligus mengecek progres pembangunan permanen. Di hadapan siswa, Agus Jabo menegaskan keberpihakan program ini.
Pak Presiden membuat Sekolah Rakyat memang untuk kalian, supaya kalian bisa mewujudkan cita-cita kalian. Semangat ya. Jangan rendah diri, ujarnya memberi motivasi.
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II berlangsung di 104 lokasi pada 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, ditargetkan menampung sekitar 112.320 siswa dengan total 3.744 rombongan belajar.
Melalui percepatan pembangunan sekolah rakyat permanen, pemerintah memperkuat pondasi pembangunan SDM yang berkelanjutan agar setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, punya kesempatan yang sama untuk maju.