Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya membangun ruang digital yang sehat dan produktif melalui kampanye nasional Tunda Layar sebagai bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Pengawasan Platform Digital (PP TUNAS). Kampanye ini ditujukan untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital serta mengurangi ketergantungan terhadap layar.
Program Tunda Layar hadir sebagai respons atas meningkatnya intensitas penggunaan gawai yang berpotensi berdampak pada kesehatan mental, produktivitas, serta kualitas interaksi sosial masyarakat. Pemerintah menilai bahwa penguatan etika digital menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem digital yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat literasi dan etika digital.
Melalui gerakan Tunda Layar, kami mengajak masyarakat untuk lebih sadar dalam menggunakan teknologi. Ini bukan soal membatasi, tetapi mengelola penggunaan digital agar tetap sehat dan produktif, ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Sejalan dengan itu, PP TUNAS memberikan kerangka regulasi yang lebih tegas terhadap platform digital agar turut berperan dalam menciptakan ruang digital yang aman. Pemerintah menekankan pentingnya tanggung jawab platform dalam mengelola konten, melindungi data pengguna, serta mendorong praktik digital yang sehat.
Selain pendekatan regulatif, pemerintah juga mengedepankan edukasi publik melalui berbagai program literasi digital yang menyasar pelajar, keluarga, hingga komunitas. Kampanye Tunda Layar diharapkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan dan sektor swasta.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital, Semuel Abrijani Pangerapan menambahkan bahwa penguatan etika digital harus dilakukan secara berkelanjutan.
Keseimbangan dalam penggunaan teknologi menjadi kunci. Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan ruang digital secara positif tanpa mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata, katanya.
Pemerintah juga mendorong peran keluarga dalam membangun kebiasaan digital yang sehat, termasuk dengan menetapkan waktu bebas layar dan meningkatkan kualitas interaksi langsung. Langkah ini dinilai penting dalam membentuk karakter generasi muda yang adaptif sekaligus bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Dengan kombinasi antara regulasi melalui PP TUNAS dan kampanye edukatif seperti Tunda Layar, pemerintah optimistis ekosistem digital Indonesia akan semakin sehat, aman, dan beretika. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menciptakan masyarakat digital yang cerdas dan berdaya saing.