Prabowo Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tekan Risiko Karhutla

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring datangnya musim kemarau. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk mengedepankan upaya pencegahan melalui kolaborasi lintas sektor guna melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan arahan Presiden Prabowo menjadi landasan utama dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengutamakan berbagai langkah pencegahan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Raja Juli Antoni.

Ia menambahkan bahwa pengendalian karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, masyarakat, hingga mitra internasional. Karena itu, komunikasi yang intensif dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar upaya pencegahan berjalan efektif.

“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” ujar Raja Juli Antoni.

Komitmen memperkuat kapasitas nasional juga diwujudkan melalui kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pembangunan Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daops Manggala Agni Sumatra XVII/OKI, Sumatra Selatan. Co-Director Jeong Cheol-Ho menjelaskan bahwa pusat pengendalian ini merupakan hasil kemitraan erat antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin selama lima tahun terakhir. Selama periode tersebut, kedua negara aktif bertukar pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan kebakaran hutan.

“Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya,” ungkap Jeong.

Ia memastikan Korea Selatan akan terus mendukung Indonesia dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta pemeliharaan keberlanjutan program pengendalian karhutla. Sinergi internasional tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem pencegahan nasional sehingga risiko kebakaran dapat ditekan, masyarakat terlindungi, dan kelestarian hutan Indonesia tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. (*)

More From Author

Merah Putih Berkibar di Papua, Teguhkan Semangat Persatuan dalam Bingkai NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *